Showing posts with label indonesia. Show all posts
Showing posts with label indonesia. Show all posts

Kampus Teknik Tertua di Jakarta Ini Mewisuda 650 Orang

Info Kutai Timur October 29, 2017 0
INFO PENDIDIKAN - Institut Sains dan Teknologi Nasional Jakarta mewisuda 650 orang yang telah menyelesaikan studinya di kampus itu di auditorium Prof. Dr. Ir. R. Rooseno, Kampus ISTN Bhumi Srengseng Indah Jakarta, Sabtu, (28/10/2017).

Mereka berasal dari dari mahasiswa Teknik Sipil (jenjang D3, S1 dan S2), Teknik Elektro (D3, S1 dan S2), Teknik Industri (S1 dan S2), Teknik Mesin, Teknik Arsitektur, Arsitektur Lanskap, Teknik Informatika, Sistem Informasi, Fisika, Matematika (S1), Farmasi (S1) dan Profesi Apoteker.

Rektor ISTN, Dr Dra Lili Musnelina, MSi Apt menyatakan, wisuda ini menambah jumlah komunitas lulusan ISTN yang tergabung dalam Ikatan Alumni (INI) ISTN disingkat INI ISTN sejak berdirinya pada tahun 1950 .

"ISTN merupakan kampus teknik tertua di Jakarta dan perguruan tinggi ke-IV di Indonesia," kata Lili di sela-sela pelaksanaan wisuda.

Prosesi wisuda di Institut Sains dan Teknologi Nasional Jakarta yang diikuti 650 orang mahasiswa yang dinyatakan lulus studinya di kampus ISTN Jakarta, Sabtu (28/10/2017).
Lili menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia bidang sains dan teknologi melalui penyelenggaraan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat, dengan sarana dan prasarana yang memadai.

Wisuda yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ini mengusung tema Tingkatkan Kualitas Lulusan yang Menguasai Sains dan Teknologi, Berbudi Luhur dan Tangguh dengan Semangat Sumpah Pemuda.

Dengan semangat sumpah pemuda, Lili mengajak secara bersama menjaga kekuatan dan kesatuan untuk dapat berkontribusi bagi bangsa Indonesia dengan penguasaan sains dan teknologi, berbudi luhur dan tangguh dalam peningkatan daya saing menghadapi tantangan nasional, regional serta global.

Sumber : Tribun pendidikan

Guru Honorer Cantik Gajinya Hanya Rp150 Ribu, Curhatannya Dalem Banget!

Info Kutai Timur October 27, 2017 0
INFO PENDIDIKAN - Rencana pemerintah untuk menerapkan sistem full day school masih menjadi polemik di kalangan masyarakat. Penolakan datang beriringan dengan suara-suara persetujuan. Tak terkecuali dari guru honorer satu ini.

Guru cantik berstatus honorer ini memiliki sebuah pendapat unik soal rencana full day school.

Fitria Pinasti menuliskan curhatannya soal penghasilan yang hanya Rp 150 ribu.

Pun dengan sang suami yang juga berprofesi sebagai guru honorer.

Penghasilannya memang tak mengganggu niatannya untuk mengabdi.

Tapi dibalik itu, ada suatu hal yang lebih membuat netizen menjadi sangat salut pada dirinya.

Alhamdulillah gajian.. Ya walo gaji kami tak seperti gaji kalian yang berlembar-lembar..


Cukup selembar 100 ribuan dan selembar 50 ribuan (that's no joke!!) mungkin diantara kalian ada yang mikir,whaattt??? 150ribu dijaman serba mahal seperti sekarang dpt apa??? Buat transport ke sekolah aja kurang,gmn dgn kebutuhan yang lain??? Ya bedak, ya lipstik, ya pulsa.

Itu baru kebutuhan buat diri sendiri.. Nah susu anaknya? Diapers buat 2 anak (Krn kebetulan anak saya udah 2 dan masih balita) bayar listrik? Makan? Itu baru kebutuhan primer, biasa lah yaaa ibu2 apalagi yg rempong kek saya ini,sekali2 pngn nyalon jg lah yaaa,beli baju baru,tas baru,sepatu baru (naluri wanita).. Hanya dengan 150ribu/bulan, bisa???

Ada yang mikir jg mungkin suaminya yg gajinya berjuta-juta.. Hahahaha.. Buat yg mikir gitu, tak kasih tau siniii.. Suami saya kebetulan juga guru honor ky saya.. Xixi.. Nahhhh kok masih bisa hidup????

Itulah kuasa Allah.. Allah itu maha kaya,dan rejeki itu ga melulu ttg brp banyak materi yg kita dptin guys (biar gaul dikit ahhh bahasanya) klo aku sih intinya,bukan sbrpa banyak yg kita dptin,tp sbrapa banyak yg bisa kita kasih utk sekitar kita,murid2 kita,teman2 kita,saudara kita,dan siapapun yg membutuhkan kita tanpa kecuali..

Emg sih hidup itu butuh duit, yg pnya gaji gede aja masih pada ga bersyukur,pake mogok kerja,demo sana sini.. Liat kami dooong.... Apa mau tukeran gaji sama kami??? Yuukkk!! Hahaha.. Bahkan niihhh,temen2 seperjuangan kita,ada loohhh yang rela jauh jauhan sama keluarganya,demi mengabdikan diri mereka di sebuah pulau jauh dari tempat kelahiran mereka dan dulu sama sekali ga pnh terpikirkan sama mereka..

Tp hati nurani mereka terpanggil.. Jangankan signal HP, listrik aja blm ada, blm lagi jalan yg biasa mereka lewati ga ky jalan sewajarnya.. Terjal berbatu naik turun,lewat hutan2,kdg pake nyebrang sungai.. (Dah kaya lagu ninja Hatori yang mendaki gunung lewati lembah kan) blm lagi kalo ujan, jalan jadi licin, tanahnya jadi lembek berair.. Dah ky lewat ditengah lumpur.. Mana becek ga ada ojeg, hayoooo sapa yang mauuu??? Blm penghargaan (gaji) yg mereka dpt kadang ga sebanding dgn apa yg mereka berikan.. Boro2 digaji,kadang mereka cm dpt ucapan makasih aja... and it's real.... Ini nyata loohhh..

Lebih nyata dari sinetron Indosiar yang biasanya ak tonton.. Salut bgd sama mereka.. Demi mencerdaskan kehidupan bangsa,apapun mereka lakukan.. GURU itu ujung tombak pendidikan negri ini..

Saran sayaaa, kalo mau pendidikan Indonesia maju, ga usahlah gonta ganti kurikulum yg justru bikin mumet, pake sistem 'Full Day School' juga.. Kasihan otak anak-anak kita kalo terlalu diforsir.. Mereka bukan mesin!! Tingkatin dong kualitas pendidiknya.. Tingkatin kesejahteraan mereka dulu!!
GURU lah yang melahirkan banyak profesi yang akan jadi masa depan bangsa ini!! Sekali-sekali guru honor ky kita,boleh dong bersuara..

Mengungkapkan apa yang kita rasakan selama ini.. (Dipendem trs jd jerawat mo perawatan jg pake duit) coba ya,profesi apalagi yg gajinya sama ky gaji kami,kami lulusan sarjana,sekolahnya jg pake duit..

Dan saat kerja (mencerdaskan anak2 Indonesia, calon penerus bangsa) kami ga dianggap ada,kesejahteraan kami diabaikan.. (What a pity....) ayooo dong pak, jgn cm yg gajinya udah gede aja yang dipeduliin.. Dinaikin trs, dikasih fasilitas cuma2.. Giliran diajakin rapat malah tiduuuurrrrrrr!!!!!

Coba kalo anak cucu kita tau jadi GURU gajinya cuma segitu, trs ga ada lg yg mau jd GURU,mau jadi apa bangsa ini???? (Dengan nada tinggi sambil ngelus dada) Udah ahhhh capek.. Mo lanjut ngajar lagi.. Sapa tau murid2ku ada yang ditakdirkan jadi Presiden dan suatu saat membaca luapan hati Ibu Gurunya ini.. Guru yang udah mau jadi "jembatan" mereka untuk sukses!!! Hingga akhirnya berubah lah nasib kami.. #SAVEGURUHONORER.

Sumber : Tribunnews

Mahyudin Dorong Mahasiswa Untuk Kreatif dan Inovatif

Info Kutai Timur October 27, 2017 0
INFO PENDIDIKAN - Wakil Ketua MPR Mahyudin mendorong para mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan entrepreneurship (wirausaha). Dengan cara seperti ini maka bangsa Indonesia menjadi bangsa yang produktif bukan bangsa konsumtif.

"Sekarang ini kita adalah bangsa konsumtif bukan bangsa produktif," kata Mahyudin dalam pengantar Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu, di Bengkulu, Kamis (5/10). Hadir dalam sosialisasi ini dua narasumber anggota MPR yaitu Hetifah (Fraksi Partai Golkar) dan M. Toha (Fraksi PKB), dan Rektor UMB Dr. Ahmad Dasan, MA.

Dalam pengantarnya Mahyudin mengatakan dua tujuan bernegara sebagaimana amanat pendiri bangsa dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 yang belum tercapai yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum. "Apakah kita sudah mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum? Belum," katanya.


Salah satu indikator mencerdaskan kehidupan bangsa adalah bisa memproduksi barang. Kenyataannya, Indonesia diserbu produk-produk asing. Belum lagi asing menguasai sektor usaha di Indonesia mulai dari perkebunan, perbankan, pertambangan, hingga telekomunikasi.

"Asing menguasai sektor usaha di Indonesia. Newmont, Indosat, dan lainnya. Kita bisa menjadi kuli di negeri sendiri. Artinya kita belum pintar. Kalau kita bisa membuat produk sendiri, barulah kita disebut pintar," katanya.

Kepada mahasiswa Mahyudin memberi contoh Jack Ma dan Bill Gates. Dengan kreativitas dan inovasi serta jiwa entrepreneurship, Jack Ma dan Bill Gates menjadi orang hebat. Kapitalisasi Alibaba.com milik Jack Ma sudah mencapai 400 miliar dollar AS atau sekitar Rp 5.000 triliun. Angka itu dua kali lipat APBN Indonesia. "Bayangkan jika ada orang Indonesia seperti Jack Ma atau Bill Gates, saya yakin Indonesia pasti maju," kata Mahyudin.

Untuk itu Mahyudin meminta mahasiswa mengembangkan kreativitas, inovasi, dan jiwa wirausaha. Dengan cara seperti ini bangsa Indonesia menjadi bangsa yang produktif buka konsumtif.

Namun Mahyudin juga mengingatkan mahasiswa agar tidak meninggalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. "Bangun nasionalisme, kekompakan dan gotong royong. Kalau orang Indonesia mau bersatu, gotong royong, dan kompak dalam penguasaan ekonomi maka kejayaan Indonesia tinggal menunggu waktu," ujarnya.

Para mahasiswa, lanjut Mahyudin, juga harus punya idealisme. Dia mengharapkan mahasiswa tidak mencontoh elit dan pemimpin yang terjerat korupsi. "Bangsa kita sedang darurat korupsi. Bagaimana kita bisa maju kalau elit dan pemimpin di daerah ditangkap karena korupsi? Mahasiswa jangan mencontoh seperti itu," harapnya.

Sumber : Tribunnews

Mahasiswa IPB Temukan Jamur Langka Harganya Bisa Mencapai Rp 2 Juta Per Kilo

Info Kutai Timur October 27, 2017 0
INFO PENDIDIKAN - Indonesia dikaruniai wilayah hutan hujan tropika yang sangat luas dan menghijau sepanjang tahun. Salah satu keanekaragaman hayati hutan adalah mikro organisme hutan (jamur) yang memiliki peranan negatif dan positif dalam memelihara ekosistem hutan.

Peran positif mikroorganisme hutan sebagai lumbung ekonomi masyarakat antara lain sebagai bahan pangan, obat, biopulping dan penstimulir gaharu.

Divisi Perlindungan Hutan Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan (Fahutan) Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil memanfaatkan jamur antagonis untuk pengendalian hayati patogen hutan (Trichoderma sp dan Pleurotus sp), serta pengembangan isolat jamur tiram lokal untuk bahan pangan (Pleurotus sp).


“Mahasiswa kami bahkan berhasil menemukan jamur pangan lokal potensial, yakni jamur Morel (Morchella aff Deliciosa) yang ditemukan di Gunung Rinjani. Jamur ini satu-satunya di dunia dan harganya mahal. Di Pakistan, jamur ini dijual 50 dolar per kilogram, tapi kalau sudah masuk supermarket harganya bisa mencapai 200 dolar,” ujar Guru Besar Tetap IPB, Prof Ahmad dalam jumpa pers pra orasi ilmiah di Kampus IPB Baranangsiang, Bogor (5/10/2017).

Peran positif lainnya adalah sebagai dekomposer atau pengurai bahan organik. Jamur dapat berasosiasi dengan akar pohon atau tanaman yang dikenal dengan sebutan mikoriza. Mikoriza penting bagi tanaman karena dapat menjadi penyedia pupuk bagi pepohonan tempat mereka berasosiasi. Ada juga jamur yang bisa digunakan sebagai obat, antara lain jamur umbi (ruffle).

“Jamur umbi ini dianjurkan oleh Rosulullah SAW. Al-kam’ah (jamur umbi) itu seperti manna, airnya dapat menyehatkan mata (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim). Jenis jamur lainnya yang digunakan untuk obat adalah jamur ganoderma,” terangnya.

Sementara itu, dalam paparannya Prof Ahmad juga menyampaikan tantangan di masa depan dalam pemanfaatan mikroorganisme hutan.

Menurutnya, mikroorganisme juga dapat digunakan untuk menyeleksi pohon tahan penyakit yaitu dengan mengubah genetik dari mikroorganisme patogenik tersebut.

“Bila telah diperoleh ras baru patogen yakni kemampuan isolat menjadikan sakit inang yang tadinya tahan, maka patogen ras baru tersebut dapat digunakan untuk menyeleksi berbagai genotipe pohon dari jenis yang sama. Bila diperoleh pohon yang resisten terhadap penyakit, maka dapat digunakan sebagai sumber bibit untuk penanaman pada siklus tebang berikutnya,” ujarnya.

Sumber : Tribunnews

Komitmen Tanoto Foundation Ciptakan Calon Pemimpin yang Peduli Pertanian

Info Kutai Timur October 27, 2017 0
INFO PENDIDIKAN - Di era pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla, selain infrastruktur, sektor pertanian pun jadi salah satu fokus perhatian pemerintah. Hal itu, tak bisa dilepaskan, dari fakta Indonesia sebagai negara maritim dan agraris.

Ke depan, dibutuhkan calon pemimpin yang punya kepedulian dan komitmen kuat memajukan pertanian.

Demikian dikatakan Erista, Manajer Komunikasi Tanoto Foundation, dalam keterangan persnya yang diterima di Jakarta, Kamis (26/10/2017).

Menurut Erista, berangkat dari fakta itulah, Tanoto Foundation berkomitmen ingin ikut mencetak calon pemimpin yang punya kepedulian dan komitmen kuat memajukan berbagai sektor yang jadi lahan hajat orang banyak, khususnya pertanian.


Lewat bidang pendidikan, benih-benih unggul calon pemimpin bangsa bisa tumbuh.

Selain itu, lewat pendidikan pula, kemiskinan bisa ditekan.

Pada 20 Oktober 2017, Tanoto Foundation telah meneken perjanjian beasiswa di Jakarta, yang bermitra dengan berbagai universitas di Indonesia, baik swasta maupun negeri.

"Badan Pusat Statistik mencatatpada Maret 2017, jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai 27,77 juta, atau 10,64% dari total penduduk, " katanya.

Menurut Eriska, mengatasi kemiskinan, bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Tapi semua pihak, harus ikut memikul tanggung jawab yang sama. Termasuk lembaga swasta.

Maka berangkat dari itu, Tanoto Foundation sebagai lembaga filantropi swasta, ingin ikut berkontribusi, bersama dengan pemerintah mengurangi tingkat Kemiskinan.

"Tanoto Foundation mempunyai visi sebagai pusat unggulan dalam upaya penanggulangan kemiskinan melalui tiga strategi," kata dia.

Tiga strategi yang dimaksud, kata Eriska, adalah pendidikan, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas hidup.

Selain itu, visi Tanoto Foundation ini selaras juga dengan tujuan-tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya tujuan satu, pemberantasan kemiskinan, tujuan tiga, kehidupan yang sehat, tujuan empat, pendidikan yang berkualitas.

" Dan tujuan enam, tersedianya air bersih dan sanitasi, " ujarnya.

Eriska berpendapat, pendidikan adalah kunci dalam memutus rantai kemiskinan antar generasi. Selain itu, pendidikan yang berkualitas, juga akan menghasilkan pemimpin yang baik.

Karena itu, Tanoto Foundation, ingin ikut ambil bagian dalam mengembangkan pemimpin masa depan Indonesia.

"Ini sebagai upaya holistik mencerdaskan kehidupan bangsa yang merupakan mandat konstitusi sekaligus untuk mengimplementasikan pesan pendiri Tanoto Foundation dalam bentuk berbagai program beasiswa," tuturnya.

Maka, lanjut Eriska, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pemimpin masa depan, Tanoto Foundation telah memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang berprestasi.

Hal yang jadi prioritas, kata dia, adalah mereka yang mengalami kendala ekonomi.

Program beasiswa yang diberikan untuk jenjang S1 dan S2. Program ini bermitra dengan 35 peguruan tinggi di Tanah Air, baik negeri dan swasta.

Hingga saat ini, lebih dari 3.200 mahasiswa telah mendapat dukungan beasiswa Tanoto Foundation.

"Untuk penerimaan tahun 2017, Tanoto Foundation memberikan beasiswa kepada 315 mahasiswa," ujarnya.

Selain itu, para penerima beasiswa Tanoto Foundation, atau dikenal sebagai Tanoto Scholars, kata dia, tidak hanya mendapat dukungan biaya pendidikan, tapi juga berbagai pelatihan soft skill.

Ini untuk meningkatkan kapasitas mereka, misalnya public speaking, presentasi, dan kemampuan dalam memimpin serta kerja sama tim.

Tanoto Scholars juga didorong untuk melaksanakan kegiatan sosial dalam wadah Tanoto Scholars Association (TSA) di masing-masing daerah tempat mereka belajar
"Tujuannya untuk meningkatkan sikap peduli sosial yang menjadi salah satu syarat menjadi pemimpin yang baik," katanya.

Kegiatan yang sudah berjalan, ujar Eriska, antara lain Ransel Baca oleh Tanoto Scholars di Universitas Hasanuddin, Bina Desa oleh Tanoto Scholars di Institut Pertanian Bogor, TSA Mengajar oleh Tanoto Scholars di Universitas Mulawarman, dan masih banyak lagi.

Sumber : tribunnews

KFC Berbagi Inspirasi: Potret Kaum Muda Perkotaan Peduli Pendidikan

Info Kutai Timur October 27, 2017 0
INFO PENDIDIKAN - APA yang ada di benakmu ketika mendengar kata kaum muda perkotaan? Sebagian besar kaum muda perkotaan diidentikkan dengan perilaku dan kesehariannya yang hedonis. Bersenang-senang atau gaya hidup hedonis.

Sedangkan dari perilaku, anak muda perkotaan sering dicap cuek, angkuh, kurang peduli dan sederet pelabelan negatif lainnya.

Tapi eits tunggu dulu. Lihat saja sisi lain anak muda yang ikut terjun ke pedalaman bersama KFC Berbagi Inspirasi dengan Komunitas 1000 guru.

Tentunya stereotip negatif di atas sudah tidak berlaku lagi.

Minggu lalu tepatnya di tanggal 8-10 September 2017 KFC yang bekerjasama dengan 1000 Guru  menggelar program KFC Berbagi Inspirasi di Sumba.

Acara tersebut bertujuan untuk memberikan tambahan nutrisi bagi anak-anak sekolah di pelosok Sumba serta pemberian fasilitas belajar mengajar berupa pembangunan ruang kelas di sekolah yang terpilih tersebut.


Sekolah yang beruntung didatangi Tim KFC Berbagi Inspirasi dan 1000 guru tersebut terletak di Desa Lolowano, Kecamatan Tana Righu, Sumba Barat. Sekolah Dasar Negeri Mate Wee Tame tepatnya.

Ketika pertama sampai di sana kondisi sekolah sangatlah memprihatinkan.

Bangunan sekolah yang berdiri hanya beralaskan tanah berdindingkan bilik bambu yang sebagian besar biliknya sudah menganga.

Belum lagi atap sekolah yang hanya ditutupi dengan ilalang kering, kelas yang sempit dan jarak antar kelas yang hanya dipisahkan oleh bilik bambu berlubang.

Bisa dibayangkan dong bagaimana proses belajar mengajar yang berlangsung di sana dengan kondisi bangunan seperti itu.

Namun kehadiran KFC berbagi inspirasi di SD Mata Wee Tama ternyata mengundang antusiasme kaum muda perkotaan untuk turut ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung.

Anak-anak muda dari berbagai kota besar di Indonesia bisa menunjukan kepedulian mereka terhadap pendidikan anak-anak di salah kawasan pelosok Indonesia itu.

Mereka datang jauh-jauh ke Sumba bukan tanpa maksud dan tujuan mulia.


Tujuan mereka hanya satu yakni berbagi pengetahuan, berbagi ilmu yang mereka miliki untuk bisa menginspirasi anak-anak pedalaman ini.

Hal itu selaras dengan visi yang ingin dicapai oleh kegiatan KFC Berbagi Inspirasi.

Tidak hanya anak-anak yang semangat untuk belajar. Namun kaum muda perkotaan ini pun sangat bersemangat untuk bisa mengajari anak-anak dan berinteraksi dengan mereka.

Tidak peduli dengan kondisi sekolah yang kondisinya miris, serta  tidak peduli dengan perbedaan yang ada.

Tekad mereka hanya satu yakni berbagi.

Dari kegiatan inilah kaum muda bisa menunjukan kepada masyarakat luas bahwa hidup mereka tidak hanya untuk hura-hura, tetapi juga bisa bermanfaat bagi orang lain.

Bahkan mereka senang dengan adanya kegiatan ini.

Karena mereka bisa banyak belajar dari semangat dan tekad anak-anak pedalaman.

Malah banyak yang menyebut jika anak-anak di sana telah banyak menginspirasi mereka.

Kehidupan anak-anak di pedalaman Sumba menjadi pelajaran hidup untuk mereka bisa lebih bersyukur lagi atas kehidupan mereka di kota.

Jika Candil bernyayi 'Rocker Juga Manusia', atau Sule dengan nyanyian 'Tak Selamanya Jagung itu Direbus', nah kaum muda juga bisa kok terlepas dari stereotip-stereotip yang ditunjukkan padanya.

Asalkan dia menemukan wadah dan kesempatan yang tepat untuk bisa berbagi manfaat.

Anyway, kini saatnya kaum muda menunjukan kepeduliannya terhadap liingkungan sosialnya.
Jangan ragu lagi untuk berkontribusi terhadap pendidikan di pelosok negeri.
Sumber : tribunnews pendidikan