Showing posts with label mendikbud. Show all posts
Showing posts with label mendikbud. Show all posts

Perubahan Jadwal Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Kemendikbud 2017

Info Kutai Timur October 29, 2017 0
INFO PENDIDIKAN - Perubahan Jadwal Seleksi Kompetensi Dasar Wilayah Ujian Aceh, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa timur, dan Riau Bersama ini kami sampaikan perubahan Jadwal Seleksi Kompetensi Dasar sebagai berikut :



  1. Wilayah ujian DKI Jakarta dari yang sebelumnya direncanakan tanggal 25, 26, dan 28 Oktober 2017 menjadi tanggal 26, 27, dan 28 Oktober 2017
  2. Wilayah ujian DI Yogyakarta dari yang sebelumnya direncanakan tanggal 20 dan 21 Oktober 2017 dengan masing-masing sesi sebanyak 600 peserta menjadi tanggal 20, 21, 22, 23, 24, dan 25 Oktober 2017 dengan masing-masing sesi sebanyak 160 peserta;
  3. Wilayah ujian Jawa Tengah perubahan tanggal pelaksanaan SKD  dari sebelumnya yang direncanakan sesi 6 pada tanggal 27 Oktober 2017 menjadi sesi 5 pada tanggal 29 Oktober 2017 sebanyak 110 peserta;
  4. Wilayah ujian Aceh dari yang sebelumnya direncanakan tanggal 20 Oktober 2017 sebanyak 5 sesi diubah menjadi tanggal 27 Oktober yang dari sebelumnya 2 sesi menjadi 5 sesi dan tanggal 28 Oktober 2017 sebanyak 2 sesi.
  5. Wilayah ujian Jawa Timur perubahan sesi 2 pada tanggal 26 Oktober 2017 dari sebelumnya 740 peserta menjadi 360 peserta dan sisa peserta dialihkan menjadi sesi 6 pada tanggal 26 Oktober 2017;  
  6. Wilayah ujian Riau, perubahan sesi sebagai berikut :
  7. Sejumlah 1 peserta pada sesi 1 pada tanggal 27 Oktober 2017 dialihkan menjadi sesi 2 pada tanggal 27 Oktober 2017;
  8. Sejumlah 1 peserta pada sesi 6 pada tanggal 29 Oktober 2017 dialihkan menjadi sesi 1 pada tanggal 29 Oktober 2017;
  9. Sejumlah 96 peserta dari 192 peserta pada sesi 4 pada tanggal 29 Oktober 2017 dialihkan menjadi sesi 6 pada tanggal 29 Oktober 2017;

Bagi peserta yang dijadwalkan ujian di lokasi tersebut, dimohon untuk membaca kembali Daftar Perubahan Waktu Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi pelamar di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sumber : cpns.kemdikbud.go.id

Sehat Berawal dari Piring Makanku

Info Kutai Timur October 29, 2017 0
INFO PENDIDIKAN - Istilah “you are what you eat” sudah cukup banyak didengar masyarakat. Namun makna dari istilah tersebut perlu diresapi dan diinternalisasi oleh setiap individu bahwa zat-zat yang terkandung di dalam makanan dan minuman yang kita konsumsi membawa pengaruh terhadap sistem tubuh. Maka tidak salah bila dikatakan bahwa asupan makanan menentukan kesehatan.

Makan bukan untuk sekadar kenyang, tetapi perlu memenuhi kebutuhan nutrisi dan menjaga kesehatan tubuh. Karena itu, masyarakat hendaknya mengetahui apa itu “piring makanku” yang dapat menjadi acuan bagi kita setiap kali makan.


Piring sajian sebaiknya diisi dengan asupan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral seimbang. Hal ini dikarenakan tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Untuk itu, konsumsilah pangan yang beragam.

Dalam satu porsi sajian, sayur-sayuran dan buah-buahan memiliki porsi paling banyak, yakni separuh bagian piring setiap makan (satu kali sajian).


Sementara itu, separuh bagian priring lainnya dapat diisi dengan makanan pokok yang bisanya mengandung karbohidrat dan lauk-pauk yang banyak mengandung protein (porsi protein harus lebih banyak dibanding karbohidrat).

Jadikan Ikan Sebagai Sumber Protein Utama

Protein sangat penting karena peranannya sebagai sumber energi, zat pembangun tubuh, bahkan berfungsi juga dalam mekanisme pertahanan tubuh.

Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek menyatakan bahwa saat ini dibutuhkan perubahan mindset masyarakat untuk tidak selalu berpikir daging merah sebagai sumber protein. Menkes mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara kelautan yang sangat kaya akan jenis ikan yang beraneka ragam. Perairan yang sedemikian luas tentu mengandung kekayaan protein hewani yang tinggi dan dibutuhkan oleh masyarakat. Karena itu, Menkes mengajak masyarakat untuk menjadikan ikan sebagai sumber protein yang utama bagi keluarga Indonesia.

“Seharusnya ikan jadi makanan utama bagi masyarakat kita, karena (ikan) memiliki protein tinggi bila dimasak dengan benar”, tutur Menkes dalam salah satu rangkaian kegiatan Festival Ikan dan Lomba Masak Ikan Nusantara “Menuju Istana” yang bertempat di Kantor Staf Presiden di Jakarta Pusat, Senin siang (3/6).

Secara umum komposisi protein hewani pada ikan sebenarnya tidak terlalu berbeda kandungannya dengan protein hewani lainnya. Namun, ikan dikatakan lebih menyehatkan karena lemak yang terkandung di dalam ikan bukan merupakan lemak jenuh. Sebagai salah satu sumber protein hewani, ikan mengandung asam lemak tak jenuh (omega, yodium, selenium, fluorida, zat besi, magnesium, zink, taurin, serta coenzyme Q10). Selain itu, kandungan omega 3 pada ikan jauh lebih tinggi dibanding sumber protein hewani seperti daging sapi dan ayam.

“Lebih sehat ikan, karena (mengandung) bukan lemak jahat kalau bahasa awamnya. Ikan memiliki kandungan DHA, sementara daging sapi atau ayam tidak ada. Selain itu, ikan itu semuanya halal, dapat dikonsumsi semua usia,” tambah Menkes.

Batasi Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak

Dalam setiap sajian, masyarakat juga sebaiknya memperhatikan kandungan gula, garam dan lemak. Batasan konsumsi gula, garam, dan lemak yang disarankan Kementerian Kesehatan per orang per hari adalah: Gula tidak lebih dari 50 gr (4 sendok makan); Garam tidak melebihi 2000 mg natrium/sodium atau 5 gr (1 sendok teh), dan untuk lemak hanya 67 gr (5 sendok makan minyak). Untuk memudahkan mengingat rumusannya adalah G4 G1 L5.

Gula merupakan salah satu sumber energi yang dibutuhkan manusia. Namun, jika berlebihan, gula dapat menyebabkan obesitas dan memicu diabetes tipe 2. Di dalam buah-buahan segar terdapat gula alami, sehingga sebenarnya tambahan gula tidak dibutuhkan lagi.

Sementara itu, garam mengandung natrium dan sodium. Garam dalam jumlah sedikit dibutuhkan untuk mengatur kandungan air dalam tubuh. Jika berlebihan, garam dapat menyebabkan hipertensi hingga stroke. Sedangkan lemak, juga diperlukan dalam tubuh sebagai cadangan energi. Lemak berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga kanker. Lemak dapat berbentuk padat dan cair (minyak). Lemak pun banyak ditemui pada makanan yang digoreng.

EAT Asia Pasific Food Forum

Pengenalan sumber protein dan zat gizi lainnya, bahkan hingga penanganan masalah pangan secara luas akan dibahas secara serius oleh para pengambil kebijakan (stakeholders) se-Asia Pasifik dalam EAT Asia Pacific Food Forum (APFF) 2017 pada 30-31 Oktober 2017 di Jakarta.

Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI bekerjasama dengan EAT dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Hal ini didasari atas semangat Presiden RI Joko Widodo yang bercita-cita besar dalam hal ketahanan pangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, terutama dari pemenuhan gizi anak bangsa.

Lebih dari 500 perwakilan pemerintahan, peneliti, inovator, pelaku bisnis, akademisi dan anggota masyarakat akan terlibat dalam forum ini. Pembicara kelas dunia juga akan memaparkan sejumlah topik mulai dari perubahan pola konsumsi makanan, ketahanan sistem pangan, sampai topik yang lebih praktis seperti menu bernutrisi untuk masa depan yang lebih sehat. Selain pemimpin pemerintahan dan menteri dari berbagai negara, juga mengajak berbagai praktisi untuk berbagi pengalaman.

Sejumlah menteri dalam Kabinet Kerja akan menjadi pembicara, yaitu Menteri Kesehatan RI Nila Farid Moeloek, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menko PMK Puan Maharani. Beberapa nama pejabat lainnya ikut memberikan solusi pangan bersama organisasi penggagas forum ini, EAT Foundation.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline (kode lokal) 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.

Pelajar Indonesia Raih Medali Emas di Kejuaraan Karate Internasional

Info Kutai Timur October 29, 2017 0
INFO PENDIDIKAN - Pelajar Indonesia kembali meraih prestasi yang luar biasa tahun ini. Enam pelajar jenjang SMP berhasil meraih empat medali emas pada Kejuaran Karate The 31st Coupe International De Kayl 2017. Kejuaraan tersebut diselenggarakan di Kayl, Luxembourg, tanggal 14 s.d. 15 Oktober 2017.

Keenam pelajar tersebut merupakan para juara Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2017. Mereka berhasil merebut 4 medali emas, 3 medali perak, dan 2 medali perunggu.

Kedatangan para juara muda ke Tanah Air disambut oleh Direktur Pembinaan SMP Kemendikbud, Supriano, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu malam (18/10/2017). Supriano menyatakan kebanggaan dan apresiasinya kepada mereka.


“Kita patut berbangga anak-anak kita telah bertanding sangat luar biasa, sehingga menempatkan Indonesia pada peringkat ke-4 dari 18 negara peserta yang mengikuti kejuaraan tersebut. Ini menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter anak-anak untuk memiliki semangat juara,” ujarnya.

Nama enam siswa peraih juara tersebut, yakni I Made Khisawa Hergianta, dari SMPN 1 Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, berhasil meraih Medali Emas, Kategori Kata Perorangan; Audifah Indrawan, dari  SMPN 1 Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, berhasil meraih Medali Emas pada kategori lomba Kumite Perorangan.

Selain itu, ada tiga pelajar Indonesia yang berhasil merebut dua medali sekaligus pada dua kategori yakni, Kategori Kata dan Kumite. Kedua pelajar tersebut adalah M. Bagus Laksamana Putra, dari SMPN 19 Jakarta, berhasil meraih Medali Emas pada Kategori Kata perorangan, dan Medali Perak pada Kategori Kumite; dan Laila Nurul Humairoh, dari SMPN 1 Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, berhasil meraih Medali Emas pada Kategori Kumite, dan Medali Perak pada Kategori Kata Perorangan.

Kemudian, Salsabila Ragil Putri Ardiana, dari SMPN 1 Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berhasil meraih Medali Perak pada Kategori Kata Perorangan, dan Medali Perunggu pada Kategori Kumite.

Terakhir, untuk Medali Perunggu diraih oleh Mayang Putri Aurryel, dari SMPN 3 Kota Bekasi, Jawa Barat, yang telah mengikuti kejuaraan Kategori Kata Perorangan.

“Luar biasa ke-enam siswa kita tersebut semuanya mendapatkan medali. Untuk yang mendapatkan Medali Emas, Kemendikbud memberikan uang pembinaan sebesar Rp12.500.000, peraih Medali Perak diberikan sebesar Rp10 juta, dan perunggu diberikan sebesar Rp7.500.000,” jelas Surpiano.

Pertandingan tahun ini, kata Supriano, lebih ketat karena jumlah pesertanya bertambah. Ada 18 negara yang mengikuti kejuaraan, yaitu Algeria, Armenia, Austria, Belgia, Kamerun, Inggris Raya, Perancis, Jerman, Indonesia, Italia, Luxembourg, Maroko, Nepal, Belanda, Palestina, Skotlandia, Swiss, dan Tunisia.

Terdapat tiga besar peraih Medali Emas terbanyak, yakni Belgia, Perancis, dan Luxemboourg. Sedangkan Indonesia masuk peringkat keempat mengalahkan Austria, Belanda, Italia, Inggris Raya, dan Swiss dalam perolehan medali. Dari 18 negara tersebut, terdapat 87 klub Karate yang mengikuti kejuaraan yang sangat bergengsi tersebut.

Pada kesempatan ini Laila Nurul Humairoh, peserta peraih dua medali menyampaikan rasa syukurnya telah memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Ia pun menceritakan kisah harunya tentang satu hari sebelum keberangkatan menuju Kayl, Luxembourg. “Satu hari sebelum berangkat saya sempat masuk rumah sakit dirawat sebentar karena kena muntaber.

Tetapi saya tidak mau kalah dengan penyakit saya, saya mau bangkit untuk memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” tutur Laila dengan rasa haru.

Laila dan rombongan tiba di Kayl, Luxembourg pada tanggal 12 Oktober 2017. Sesampai di sana. Ia menggunakan waktu untuk beristirahat dan sedikit berlatih. “Alhamdulillah saya berhasil meraih yang terbaik.

Pada Kategori Kumite saya berhasil mengalahkan peserta dari tuan rumah, dan Kategori Kata saya dikalahkan oleh Austria, hanya selisi satu poin saja,” tuturnya.

Ia berharap para siswa di Indonesia untuk terus bersemangat meraih yang terbaik di setiap kejuaraan, baik nasional ataupun internasional. “Kita harus bisa memberikan kebanggaan untuk Indonesia,” pesan Laila. (Seno Hartono/Desliana Maulipaksi)
Sumber : kemdikbud

Mendikbud Luncurkan GLN dan Lima Produk Baru Badan Bahasa pada Puncak Bulan Bahasa dan Sastra

Info Kutai Timur October 29, 2017 0
INFO PENDIDIKAN - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy meluncurkan lima produk Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (Badan Bahasa) pada Puncak Peringatan Bulan Bahasa dan Sastra 2017 yang bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda ke-89. Selain buku Sastrawan Berkarya, Mendikbud didampingi Kepala Badan Bahasa Dadang Sunendar dan Duta Baca Nasional Najwa Shihab, juga meluncurkan Peta Bahasa, Laboratorium Kebinekaan, buku Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA), dan Data Bahasa Daerah.

"Peringatan sumpah pemuda ini dapat kita jadikan sebagai titik tolak untuk memupuk jati diri keindonesiaan di tengah arus globalisasi. Kita bangun generasi muda yang cerdas dan memiliki karakter kuat," disampaikan Mendikbud, Sabtu siang, di Plaza Insan Berprestasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Sabtu (28/10).


Mendikbud menambahkan, kecerdasan berliterasi harus diiringi penguatan karakter. Sehingga generasi muda Indonesia menghadapi berbagai tantangan masa depan.

Gerakan Literasi Nasional 

Dalam kesempatan yang sama, Mendikbud juga mencanangkan Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang ditandai dengan peluncuran maskot dan logo GLN, sepuluh naskah GLN, enam laman informasi literasi dasar, buku literasi GLN, dan laman GLN dengan alamat gln.kemdikbud.go.id.

“Gerakan Literasi Nasional terus kita kumandangkan, terus kita gerakkan, terus kita kobarkan, agar bisa menjadi landasan utama untuk Indonesia menuju bangsa yang maju. Karena ciri negara yang maju adalah sangat kuat dan kokoh dalam membangun tradisi literasinya,” tutur guru besar Universitas Negeri Malang ini.

Muhadjir menyebut, berbagai penelitian, terutama yang dilakukan lembaga internasional menunjukkan, posisi Indonesia untuk hal kemampuan literasi masih tergolong rendah. Bahkan, lanjut Mendikbud, ada yang ekstrim menyebut bahwa Indonesia terlambat 45 tahun dibanding negara-negara lain yang sudah maju.

“Benar-salahnya (penelitian itu), tidak usah kita persoalkan. Kita jadikan ini untuk kita lebih terpacu menggerakkan, mengobarkan semangat berliterasi melalui Gerakan Literasi Nasional,” imbuhnya.

Pelestarian Bahasa Daerah

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, Dadang Sunendar, menyampaikan saat ini Badan Bahasa telah mengidentifikasi sebanyak 652 bahasa daerah dari 2.452 daerah pengamatan. Namun, dari 652 bahasa tersebut, baru 71 yang telah dipetakan daya hidupnya, dimulai sejak tahun 1991 hingga 2017.

"Jumlah tersebut akan bertambah seiring waktu dengan bertambahnya pemetaan bahasa, bahasa di wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat belum semua teridentifikasi," ujar Dadang usai acara.

Peringatan Bulan Bahasa dan Sastra yang dilaksanakan setiap Oktober pada tahun ini diisi dengan sejumlah kegiatan apresiasi bahasa dan sastra. Selain pemilihan Duta Bahasa Nasional, Badan Bahasa juga menyelenggarakan Debat Bahasa Antarmahasiswa, Festival Musikalisasi Puisi, Apresiasi Media Massa dengan Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar, serta Bedah Buku, Klinik Bahasa dan berbagai diskusi.

Pada Puncak Peringatan Bulan Bahasa dan Sastra kali ini, para pemenang dan peraih penghargaan kegiatan apresiasi bahasa dan sastra itu dihadirkan untuk menerima apresiasi langsung dari Mendikbud.  (*)


Jakarta, 28 Oktober 2017
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Sumber : kemdikbud